Pulau Penyengat, Wisata Sejarah Lokal bernuansa Islam di Riau

wisata sejarah pulau penyengat riau 602x312 » Pulau Penyengat, Wisata Sejarah Lokal bernuansa Islam di Riau

Sejarah perkembangan Indonesia tidak terlepas dari perjuangan pahlawan dan ulama. Wisata sejarah di Riau yang berbau religi dan telah diakui UNESCO adalah pulau Penyengat. Pulau penyengat sendiri banyak melahirkan sastrawan yang ternama. Lebih lanjut tentang pulau Penyengat bisa Anda simak di bawah ini.

Masjid Sulthan Riau

Konon, masjid penyengat dibangun oleh warganya dengan menggunakan putih telur dan berdiri kokoh sejak 2 abad yang lalu. Arsitekturnya bergaya Istanbul, menaranya menyerupai Topkapi di Turki. Terdapat mushaf Al-Qur’an tulisan tangan yang dibuat oleh Abdurrahman Stambul seorang pelajar yang diutus ke Turki. Masjidnya bernama Masjid Sulthan Riau.

Dindingnya memiliki tebal 75 km, terdapat 4 buah tiang dan 13 kubah di bagian atas. Jika dijumlahkan menjadi 17, yang menandakan rakaat dalam sholat 5 waktu. Masjidnya tidak pernah sepi dari pengunjung, baik untuk melakukan ibadah atau hanya sekedar melepas lelah. Tak hanya wisatawan domestik, wisatawan mancanegara juga turut mengunjunginya.

Serba-Serbi

Sejarah yang tak terlepas dari pulau Penyengat ialah Gurindam 12 gubahan raja Ali Haji. Gurindam yang berisikan syarat tentang arti dan makna Islam untuk diterapkan dalam keidupan. Raja Ali Haji adalah seorang sastrawan yang cukup terkenal. Karyanya bahkan menjadi rujukan peneliti Universitas Australia yang  bernama Virginia Matheson.

wisata sejarah pulau penyengat riau » Pulau Penyengat, Wisata Sejarah Lokal bernuansa Islam di Riau

Pulau Penyengat terdapat makam-makam yang berdampingan dengan rumah warga. Jika menapaki setiap jalan, maka akan ditemui makam-makam Raja di sana. Tak hanya makam, terdapat bangunan tua yang masih tetap terpelihara. Bangunan tua yang masih bertahan ialah  istana kantor, balai adat dan gedung mesiu.

Terdapat benteng pertahanan pahlawan yang berada di bukit kursi. Masih ada meriam yang menjadi saksi sejarah perjuangan pahlawaan di sana. Anda bisa berjalan kaki  menuju  ke bukit kursi. Pemandangan yang bisa memandang luas hamparan lautan dan perbatasan teritorial antara Indonsia dan Singapura.

Moda Transportasi

Jarak antar Penyengat dan Tanjung pinang dipisahkan oleh lautan. Moda transportasi yang digunakan ialah pompong, sejenis kapal yang berukuran kecil. Cukup dengan 7000,- dan dengan waktu 20 menit Anda sudah bisa tiba di Penyengat. Kemudian, Anda diajak berkeliling pulau selama 1-2 jam menggunakan bentor alias becak motor.

Tarifnya cukup terjangkau, untuk 2 orang 30.000,- dan untuk 3 orang 40.000,-. Anda sudah diajak berkeliling sepanjang 2 km ke penjuru pulau. Jadi, jika Anda baru pertama kali ke sini tidak perlu khawatir. Soal keselamatan dijamin aman Anda tidak kehujanan dan tidak kepanasan.

Kuliner

Kalau Anda sudah puas berkeliling pasti perut keroncongan. Nah, pulau Penyengat menyuguhkan makanan yang enak-enak khas melayu, seperti sotong masak itam, rendang nanas, otak-otak dan laksa. Semua makanannnya dihidangkan dengan nasi putih. Suasananya yang sederhana menambah nikmat untuk menyantap makanan.

Itu dia sepenggal wisata sejarah bernuansa Islam di Riau. banyak pelajaran dari sana, berbagai peninggalannya mengenai kerajaan Johor Riau masih tersusun rapi. Karya-karya besar para ulamanya juga masih disenandungkan menjadi syair. Yuk, kemari menikmati panorama perkampungan yang sederhana dengan beragam cerita sejarah tentang Kerajaan Islam.