Indahnya Desa Tua Tiga Wasa Buleleng Bali, Destinasi Wisata yang masih Jarang Terjamah

  • Whatsapp

Bali tak hanya menyuguhkan wisata pantainya yang memukau. Masih banyak suguhan lainnya yang tak kalah menarik yang mampu memanjakan edisi liburan Anda. Di pulau Dewata Bali, Anda dapat menemukan surga yang jarang terjamah yakni Wisata Desa Tua Tiga Wasa Bulelang.

Desa Tua Tiga Wasa Buleleng. Salah satu pedesaan yang bisa Anda kunjungi di kala liburan tiba. Suasananya yang natural cocok untuk me-refresh pikiran Anda yang jenuh atau bosan dengan rutinitas harian yang tak kunjung usai.

Read More

Nah, sebelum memutuskan berangkat ke TKP, alangkah baiknya jika Anda mengenal terlebih dahulu mengenai pedesaan yang masih terjaga alami tersebut. Simak baik-baik ya.

Desa Tua Tiga Wasa

Sebuah pedesaan yang masih natural terjaga kealamiannya berlokasi di kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, tiga Bali. Tiga Wasa atau Desa Tua dikenal juga dengan nama “Bali Aga”. Tempat ini benar-benar unik dan khas. Suatu tempat di mana Anda bisa merasakan sejuknya pemandangan laut yang menyatu dengan perbukitan. Pemandanga alam yang memukau tersebut bisa Anda nikmati dari puncak bukit.

Masyarakat sekitar percaya bahwa nama Desa Tua Tiga Wasa berkaitan erat dengan kedatangan Rsi Markandeya bersama anak buahnya “Wong Aga” menuju Bali yang berasal dari Gunung Rawung. Konon, hingga saat ini Wong Aga masih menetap di Bali yang tersebar hingga ke pelosok Bali. Di antara daerah tersebut yaitu Desa Tua Tiga Wasa,  Desa Trunyan, Desa Sida Tapa, Desa Bayung Gede, dan desa lainnya.

Berdasarkan informasi, arti dari Tiga Wasa terdapat dua versi, yakni pertama mengatakan bahwa Tiga Wasa berarti Tiga Kuasa atau Tiga Tempat yakni Desa Munduk Taulan, Kayehan Sanghyang, dan Pememan. Sedangan versi lainnya mengatakan bahwa Tiga Wasa berarti tiga kali pergi dengan tujuan membangun desa. Desa yang dimaksud yakni Desa Sanda, Desa Pangus, dan Desa Tua Tiga Wasa yang dijadikan sebagai pusat desa.

Keunikan Desa Tua Tiga Wasa

Keunikan dari  Desa Tua Tiga Wasa Buleleng ini masih kental dengan tradisi yang sering dilakukan. Tradisi yang begitu unik dan khas, yakni semacam tradisi perayaan hari-hari keagamaan seperti galungan, kuningan, pegatwakan, dan sebagainya.

Tradisi bahasa yang digunakannya pun yaitu bahasa pedalaman atau merupakan bahasa kuno yang digunakan Wong Aga kala pertama kali masuk ke Bali yakni bahasa Tiga Wasa. Bahasa kuno tersebut, kebanyakan memakai vokal huruf A seperti bahasa Jawa dan Melayu Kuno.

Indahnya Desa Tua Tiga Wasa Buleleng Bali Surga yang Jarang Terjamah » Indahnya Desa Tua Tiga Wasa Buleleng Bali, Destinasi Wisata yang masih Jarang Terjamah

Desa Tua Tiga Wasa Buleleng ini, hanya memiliki Pura Desa, Pura Segara, dan Pura Gedong Basakih. Hal ini dikarenakan sudah disatukan dengan Bale Agung atau Pura Desa, yang bertujuan untuk memusnahkan ilmu hitam yang berlangsung sedari awal menginjakkan kaki di desa tersebut.

Adanya tradisi upacara ngulapin yang sering dikenal juga dengan istilah “Ngidih Yeh Base”, dilaksanakan di tempat tidur atau pun di kamar suci. Tradisi ini biasanya upacara yang dilakukan di bawah panduan Balian Desa yakni seseorang yang memang dipercaya lihai dalam bidangnya.

Selanjutnya, adanya tradisi penguburan mayat yang terbilang cukup unik. Pasalnya mayat tidak ditaruh di dalam peti, melainkan mayat tersebut dibungkus dengan kain batik secukupnya yang selanjutnya mayat tersebut dikuburkan. Tradisi penguburan mayat seperti yang disebutkan, ternyata masih berlangsung hingga saat ini. Hal ini sebagai bukti terjaganya tradisi yang senantiasa dilaksanakan secara turun temurun. 

Tradisi selanjutnya yakni tradisi Galungan. Desa Tua Tiga Wasa memiliki cara tersendiri dalam melakukan tradisi Galungan ini. Dalam melakukan tradisi ini, biasanya diperlukan daun lontar muda, daun aren muda, daun sirih, daun pisang, dan daun lainnya. Saat dilaksanakannya acara upkara, keberadaan daun sirih sangat dibutuhkan. Oleh karena itu, persediannya pun harus bamyak

Hal yang Bisa Dilakukan Para Wisatawan

Di Desa Tua Tiga Wasa ini, selain pemandangannya yang alami dan sejuk, banyak kegiatan yang bisa Anda lakukan untuk mengisi waktu liburan Anda yang berkesan. Berikut beberapa di antaranya.

Sight Seeing  atau bertamasya ria merupakan kegiatan yang bisa Anda lakukan ketika berada di Desa Tua Tiga Wasa. Anda pasti akan menemukan hal yang tak biasa dan unik yang merupakan kekhasan dari Desa Tua Tiga Wasa. Masyarakatnya yang senantiasa masih menjaga erat adat dan tradisi, sehingga sangat melekat dan bisa terlihat oleh setiap wisatawan yang berkunjung.

Tracking yakni berjalan-jalan menyusuri setiap sudut Desa Tua Tiga Wasa. Anda akan menemukan pemandangan pedesaan yang begitu asri dan alami. Pemandangan lautannya yang menyatu dengan pemandangan alam lainnya akan menenangkan pikiran Anda dan membuatnya lebih segar. Selain itu, jangan lupa, Anda harus membawa kamera untuk mengabadikan momen-momen langka yang pastinya akan berkesan.

Berkunjung ke Tempat Produksi Kerajinan Anyaman Bambu bisa menjadi kegiatan menyenangkan lainnya yang dapat Anda lakukan ketika di Desa Tua Tiga Wasa. Selain melihat kelihain para pengrajin dalam membuat anyaman yang menghasilkan barang unik nan indah, Anda juga bisa belajar menganyam, pasti liburan Anda pun akan lebih seru.

Adapun anyaman tersebut biasanya menjadi barang yang berupa tempat kue, sangku, dompet, lampu tidur, dan masih banyak lagi yang lainnya. Salah satu kegiatan masyarakat lokal ini patut dijadikan contoh bagi desa lainnya. Pedesaan yang biasanya terkesan tertinggal sangatlah salah besar, Desa Tua Tiga Wasa inilah salah satunya. Anyaman yang dihasilkan bisa dijadikan sebagai cinderamata yang rata-rata dibandrol dengan harga 40.000 hingga 100.000 rupiah.

Itulah ulasan mengenai Desa Tua Tiga Wasa Buleleng. Sebuah desa yang unik dan menarik yang pastinya akan meninggalkan kesan mendalam bagi setiap wisatawan yang berkunjung. Bagaimana? Tertarik untuk berkunjung ke Desa Tua Tiga Wasa. Buruan packing dan OTW!

Related posts